Posted in cerita

Empat Empat Sembilan Belas

Ternyata sudah dua bulan gak nulis. Sediiiih ih 😦

Melewatkan banyak hal tanpa ditorehkan di blog kesayangan 🀧

Sekarang lagi hepiiii, lagi excited nunggu Uwais sebentar lagi MPASI. Karena masakan Bunda akan menjadi favorit sepanjang hidupnya kelak, yakan Nak πŸ˜˜πŸ’ž

Advertisements
Posted in cerita

Tahun 2019

Alhamdulillaah sudah memasuki tahun 2019. Banyak yang baru. Amanah baru banyak bermunculan, tapi itu artinya Allah memberi kepercayaan untuk aku (dan juga Uda) untuk mengemban amanah yang baru-baru di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.

Kini ada Uwais. Kata Uda, “Uwais adalah penyempurna kebahagian Uda setelah Uda mendapatkan Eca.” πŸ’ž

Kini Uda juga dapat pekerjaan baru. Uda dipindah-kerjakan ke perusahaan baru. Harus memulai dari awal, banyak belajar, banyak adaptasi. Jadwal kerja juga kini baru. Tapi untuk Eca, yang kini lebih enak hehe… Jam kerja sudah stabil, dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Kantor juga lebih dekat dengan rumah, hanya sekitar 15 menit jika ditempuh dengan motor. Kata Uda rekan-rekannya juga lebih enak, lebih senior-senior yang InsyaAllah sholih-sholih, semoga dengan lingkungan yang “kondusif”, itu membuat Uda lebih bisa mendekatkan diri ke Allah juga. Alhamdulillaah… Nikmat tidak selalu mengenai materi, tapi setiap kemudahan dan keilmuan dalam hidup kita adalah termasuk kenikmatan juga 🧚

Eca juga kini punya pekerjaan sampingan, walaupun itu hanya sekadar relawan hehe. Eca tahun ini juga berencana membuka sebuah usaha baru. Semoga berkah, aamiin….

Alhamdulillaah Allah sangat baik. Kebahagiaan yang tiada tara yang selalu Allah berikan dalam kehidupanku selama ini, dari dulu hingga kini. Tiada tara. Alhamdulillaah wa MasyaAllah πŸ’ž

Posted in cerita

Tentang Kebaikan

Sebetulnya sih mau sebaik apapun kita, itu bukan untuk mereka.
Kebaikan kita tuh untuk diri kita sendiri (pahala).
Jadi sebetulnya kita mau berbaik ke siapapun, itu bukan urusan kita ke manusia, kalau bermuamalah sama manusia mah dibalasnya cuma sekadar dunia, tapi kalau berbaik minta balasan Allah, kan enak. Balasannya dunia-akhirat.
Ah itulah mangkanya ikhlas itu cuma punya orang-orang “keren”. Yang gak “keren”, mana bisa ikhlas, cuma bisa minta balasan duniawi, receh sekali kehidupannya 🀣

Waktu itu penah ada seorang supir, temannya nebeng dan akhirnya diantarlah sampai rumahnya. Setelah sampai, temannya mau kasih dia uang. Kemudian apa jawab si supir? “Tidak usah, kapan saya punya pahala kalau kebaikan saya selalu ditebus sama uang (duniawi). Walaupun saya supir, ya izinkan saya punya pahala dari hal yang saya bisa ini.” Yoyoi bangets kan, keren…. Berpikirnya bukan cetek cuma kebaikan dibalas di dunia. Tapi dia mikirin simpanan kebaikan untuk akhirat kelak. Nabuuuuuung~ Nabung kebaikan, nabung pahala.

Posted in cerita

26 November 2018

Berusaha jadi spesial ternyata tidak semenyenangkan itu πŸ˜‚

Sekarang berusaha jadi biasa aja, dalam rangka menyelamatkan diri sendiri dari kepusingan yang hanya dirasakan diri sendiri. Toh setiap bercerita, hanya dapat ternyata diri ini yang “terlalu ingin”. Hehehe terlalu ingin semua perfect. Kalau ternyata tidak jadi perfect justru malah adem-ayem aja, why not kan.. Toh gak dituntut untuk apa-apa, jadi malah mikir gausah banyak “keinginan”..

Baliiiiikkkkk lagi, menjalankan semua untuk Allah. Gaperlu “waw banget” dalam perspektif pikiran aku sendiri, yang penting tidak melanggar Allah dan taat pada Allah. Itu saja cukup.

“Happy to be flat” sih menurutku kini πŸ€—

Welcome to the new me πŸ˜‡

-your partner-

Posted in cerita

Nyaman

Aaaakkkk setelah dua pekan lalu didiagnosis ini-itu, dan ujung-ujungnya ternyata yang dibutuhkan adalah kenyamanan. Kenyamanan berkomunikasi, bagaimana cara beliau-beliau menyampaikan kondisi diri ini kepadaku. Bukan melulu tentang dia lebih pintar dari dia, atau apa. Tapi tentang pembawaan berita kepada si penderita bahwasanya dia baik-baik saja, hanya kurang ini ini ini dan dapat ditanggulangi dengan begini begini dan begini, serta jangan melupakan kuasa Allah Sang Maha Pemilik Segalanya, Allah yang akan atur semuanya, serahkan kembali kepada Allah, berikhtiar perlu, tapi lebih perlu lagi untuk menghamba dan berdoa, tawakal. Dan akhirnya sekarang legaaaaa banget, Alhamdulillaah πŸ’žπŸ‘ΆπŸ€°

Posted in cerita

Sendiri yang Tak Sendirian

Bulan depan sendirinya sudah tak sendiri InsyaAllah. Delapan bulan lalu sebetulnya juga sudah mulai tidak sendiri, tapi masih merasa seperti sendiri.

Nanti kita ketemu ya. Nanti kita main bareng ya. Nanti kita melakukan semua keseruan bareng ya.

Kamu, sangat kunanti…

Sincerely, your love -Bunda-